Duh, lagi-lagi dapat inspirasi dan motivasi dari bidang kuliner. Sungguh, di luar rencana betulan. Jadi, ceritanya saya menuju jalan pulang. Malam sudah jam 21.15. Habis dari kantor soalnya ada klien Tes Bakat Sidik Jari. Perut belum keisi malam ini (Walaupun itu sebenarnya buruk, baik menurut Rasul ataupun menurut ilmu kesehatan... Dari yang saya baca selama ini). OK, jadi saya berpikiran untuk sekalian cari makan. Dari sepanjang Ketintang sampai rumah saya, seingat otak ini nggak ada makanan asik deh. Apalagi malam gini.
Nah, pas sudah di Jl. Gunungsari, setelah belokan jembatan Rolak dari arah Karah (Yang saya selalu keliru menganggap itu sebagai Pagesangan) Anda pasti tahu kan ada beberapa penjaja sate kol di situ, di pinggir jalan, mepet pagar kawat area dam Rolak. Biasanya sih jam segitu sudah nggak ada. Lha kok kebenaran masih ada. Ya sudah, akhirnya saya putuskan buat beli sate kol saja. Pikir saya ntar dimakan di rumah sama nasi kan ya enak seh?
Tuesday, November 4, 2014
Monday, November 3, 2014
Kare Kambing Jalan Semarang
Begini ini kalau kebanyakan pertimbangan. Jadinya waktu peluncuran blog pribadi ini molor nggak karu-karuan deh. Sudah gitu baru nyadar kalau akun yang dipakai harusnya bukan akun ini. Tapi ah ya sudahlah, lha nama blognya sudah kadung nama ini yang sudah dipikir-pikir dan ditimbang-timbang berhari-hari. Duh.
Mau nulis soal apa dulu ya? Itu juga masih ribet, sebab ada dua kemungkinan: pertama, nggak ada sama sekali bahan buat tulisan. Yang kedua, terlalu banyak materi atau pemikiran-pemikiran buat dituangkan jadi tulisan. Kalau misalnya saya tulis soal kuliner edan gila siang-siang di Surabaya bagaimana? Setuju? Iya sih, saya nggak perlu persetujuan Anda. Aturan pertama kedua dan ketiga ya gitu, terserah saya mau nulis apa. Wong ini blog saya sendiri. Bayangkan aja saya adalah Jake Sully yang selalu ngomong di depan weblog / video blognya.
Siang tadi karena ada urusan di Jl. Tidar, saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke Jl. Semarang. Berhubung waktu sudah pas makan siang. Ngebut cepet saja naik motor, tibalah saya di Kare Kambing pojokan seberang PGS. Sorry ya, saya lupa nama pemilik warungnya yang tertera di situ. Yang jelas, pokoknya seberang PGS, pojokan antara Jl. Tembaan sama Jl. Semarang.
Mau nulis soal apa dulu ya? Itu juga masih ribet, sebab ada dua kemungkinan: pertama, nggak ada sama sekali bahan buat tulisan. Yang kedua, terlalu banyak materi atau pemikiran-pemikiran buat dituangkan jadi tulisan. Kalau misalnya saya tulis soal kuliner edan gila siang-siang di Surabaya bagaimana? Setuju? Iya sih, saya nggak perlu persetujuan Anda. Aturan pertama kedua dan ketiga ya gitu, terserah saya mau nulis apa. Wong ini blog saya sendiri. Bayangkan aja saya adalah Jake Sully yang selalu ngomong di depan weblog / video blognya.
Siang tadi karena ada urusan di Jl. Tidar, saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke Jl. Semarang. Berhubung waktu sudah pas makan siang. Ngebut cepet saja naik motor, tibalah saya di Kare Kambing pojokan seberang PGS. Sorry ya, saya lupa nama pemilik warungnya yang tertera di situ. Yang jelas, pokoknya seberang PGS, pojokan antara Jl. Tembaan sama Jl. Semarang.
Subscribe to:
Posts (Atom)