![]() |
| Subway Paris, Subway Map Paris |
Di negara maju, untuk masuk peron stasiun bawah tanah atau subway sudah tidak ada penjaga seperti halnya di sini. Serba otomatis kalau di sana, orang memasukkan koin, lalu gerbang terbuka, mereka masuk dan siap menumpang di komuter yang melayani berbagai rute.
Dasarnya orang Asia (meski tidak semuanya, In Syaa Allah Anda bukan salah satunya), pemuda ini melihat celah di mana ia bisa menembusnya. Tanpa membayar koin namun tetap bisa masuk. Singkatnya, ia bisa mengakali untuk bisa menumpang kerata api dengan gratis. Lumayan lah, bisa menghemat beberapa euro. Kalau diakumulasi kan besar juga. Bisa menghemat biaya hidup yang mahal banget di Eropa.
Pemuda ini tergolong rajin dan jenius ternyata di kampusnya. Sehingga bisa selesaikan pendidikannya dalam waktu singkat. Dengan predikat Summa Cum Laude malah. Artinya, secara intelegensia dan akademik sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.
Tapi ceritanya jadi lain saat ia mulai memasuki dunia kerja. Mestinya dengan hasil akademik mengagumkan, sebagian besar perusahaan bonafide pasti akan mempekerjakannya dengan mudah. Tidak demikian halnya dengan pemuda Asia ini. Hampir semua perusahaan tempat ia melamar menolaknya. Hampir puutus asa si pemuda ini, ketika akhirnya ia bisa mengetahui sebabnya. Apa sebabnya?
Dia tahu dari Departemen Tenaga Kerja, alasan mengapa setiap perusahaan menolaknya. Disampaikan begini, "Dari rekam jejak yang kami catat, Anda pernah 3 kali berurusan dengan pihak berwajib karena mengakali sistem pembayaran kereta bawah tanah. Pertama saat Anda baru saja datang, kedua enam bulan kemudian, dan terakhir beberapa saat lalu."
"Anda melakukan kecurangan, dan kami tidak bisa menerima kecurangan dalam sistem kerja kami," Kira-kira seperti itu alasan pihak pemberi kerja.
Melakukan pembelaan, si pemuda bilang, "Oke, berapa sih nilainya, saya akan bayar ganti ruginya!"
Pihak Depnaker (Perancis) bilang, "Bukan masalah nilainya, akan tetapi untuk hal-hal kecil saja Anda sudah melakukan kecurangan, dan berusaha menyelesaikannya dengan setengah menyuap. Apalagi untuk hal-hal besar menyangkut pekerjaan Anda nantinya. Itulah alasannya mengapa kami tidak bisa terima Anda sebagai pekerja."
Menurut pengisi acara di Radio Suara Surabaya, cerita ini diangkat dari kisah nyata. Cerita Motivasi Kerja, Cerita Motivasi Hidup, Cerita Motivasi Pagi, Cerita Motivasi Diri, Cerita Motivasi Inspirasi, Cerita Motivasi Kerja Team, Cerita Motivasi Kehidupan, Cerita Motivasi Cinta, Cerita Motivasi Cinta Sejati.

No comments:
Post a Comment